Senin, 09 September 2019

Jalan kita berbeda

Aku pernah menulis tentang kamu diberbagai catatan dalam ingatan
Aku juga sering bercerita tentangmu pada cahaya temaram
Namun seringkali namamu memilih diam di sudut hati paling dalam
Dan hari ini aku menerima pesan dari masa lalu
Pesan itu adalah rindu tentang sahabat yang kini sedang tidak ada
Dan pesan itu tidak terbalas…
Karena sudah begitu nyata dan jelas
Bahwa rasa peduli yang aku pelihara sejak lama
Sudah tidak lagi berdiam di sana

Aku tahu bagaimana rasanya mencintai orang yang tidak boleh dicintai
Aku juga paham bagaimana rasanya patah hati
Aku juga tahu bagaimana rasanya menjadi pesan-pesan yang diabaikan
Diucapkan sayang namun kemudian dijadikan pilihan
Dilupakan, dan dianggap pengusir sepi saat sendirian
Dari semuanya aku sadar bahwa sebenarnya Tuhan sedang berkehendak untuk menjatuhkanku sejatuh-jatuhnya
Dan aku mengerti bahwa tidak ada yang pernah benar-benar selamanya
Maka aku akan pelihara kasihnya dengan baik sebagai sebuah kenangan
Sementara, biarkan kaki dan pikiranku beranjak pergi
Sebab, berada dipijakanku saat ini adalah hal yang sangat menyakitkan

Meskipun rasa itu mengintip dibalik pintu hati
Merasa malu dan ragu untuk bertemu
Lalu hilang dihembus dinginnya angin malam diteras rumahku
Kusebut namamu dihati, dan rindu itupun beranjak pergi

Katanya, “tidak pantas kamu bersedih karenaku”
Tapi hatiku mengatakan, “aku tidak pantas untuk bahagia denganmu”
“Aku ikhlas jika melihatmu bahagia, tapi disatu sisi aku tidak rela jika kamu memilihnya”
Dan aku belum bisa bertemu lagi sejak cerita itu, tapi sebagian dariku lelah menjerit rindu.

Itulah kesalahanku
Karena syukur kadang tidak mudah melekat
Ia datang, lalu kembali pergi meninggalkan pertanyaan
Sudahkah yang di rumah cukup?
Sebab memiliki kadang belum merasa puas
Banyak mimpi lain yang datang dan ingin ikut digantungkan
Kepada langit, atau akal pikiran
Entah akan terwujud, atau hanya akan menyisakan angan
Yang jelas terasa adalah kecewa dan kehilangan
Karena mimpi itu belum usai, dan aku terbangun.....

Dalam mimpi itu sepertinya….
Aku pernah mencintai dan menyayangimu sampai aku lupa untuk mengenali diriku sendiri
Aku pernah mengelukanmu sampai aku lupa atas diriku sendiri
Aku pernah peduli kepadamu sampai aku menelantarkan hatiku sendiri
Sebab yang aku tahu hanya kamu
Aku punya banyak cara untuk mengenal yang lain
Tapi kamu memenjarakanmu
Sebab aku tidak pernah menuntut untuk diperlakukan dengan baik
Sehingga kamu tidak perlu menjaga dan merawatku
Aku berjalan tanpa empatimu aku tetap peduli kamu, dulu.
Aku berlaku hormat sebab kamu adalah sahabatku, bukan karena aku merasa mau, dulu.
Dan waktupun akhirnya memberikanku pilihan
Setelah aku tahu kamu sudah dengan yang lain
Aku mulai semuanya tanpa berpikir namun penuh dengan pertimbangan
Sebagai penawar sisa-sisa rasa sakit yang kamu berikan
Ketulusan yang kamu jadikan senjata untuk membunuhku
Tapi setidaknya aku pernah mencintai kamu
Meskipun aku tahu mencitaimu adalah sia-sia
Karena yang kamu inginkan hanyalah bahagia
Bukan sahabat, dengan segalanya yang biasa saja
Demi kamu, aku dengan yakin mengabaikan yang lainnya
Tapi tetap, bukan itu yang membuatmu bahagia
Masih luas hatimu yang kosong dan tidak bisa aku isi dengan segala kekuranganku
Dan kini, aku kehilangan
Demi kebahagiaanmu yang selalu aku coba hidangkan didepanmu
Tapi tetap, kamu merasa sempurna dan bahagia dengan pilihanmu
Dan sekarang semuanya sudah berakhir
Tanpa aku
Tanpa kamu
Tanpa kita

Senin, 12 Agustus 2019

Hadapi Semua dengan Ketenangan


Hey… kamu
Meski kamu sudah tau kalau hubungan kamu dan dia itu terlarang, namun aku akui memang beberapa perempuan sering terjebak dalam hubungan yang sulit dan teramat berat untuk melepaskannya. Bahkan, rasa cinta dan sayangmu lebih dalam ke dia daripada ke suamimu sendiri, apalagi ke aku yang hanya jadi kambing conge dan harus setia mendengarkan semua keluh kesahmu. Apa yang aku dapat darimu? Tidak ada, sama sekali. Tapi tidak apa-apa, biarlah aku simpan sendiri apa yang aku rasakan. Sekarang yang penting kamu bisa pulang ke rumah dengan membawa sedikit senyuman untuk anak-anakmu dan terutama untuk suamimu.
Tin, kamu harus teguh pendirian dan memiliki keinginan yang kuat untuk dapat meninggalkan dia. Bukan karena aku cemburu (walalupun iya) tapi pikirkanlah baik-baik dengan jernih. Memohon dan berdoa setiap waktu, jika pikiranmu tidak benar-benar jernih akan percuma saja kamu lakukan. Karena rasa itu adanya dihatimu sendiri bukan orang lain yang merasakan, atau bahkan Allah SWT. Allah yang menguji dengan memberikan perasaan itu didalam hatimu, hadapilah dengan tegar. Tidak perlu cengeng dan menangis, tidak perlu bersedih dan berduka. Itu hanya masalah sepele, janganlah kamu besar-besarkan. Semua orang pernah mengalami hal itu dan mereka yang lemah, keluarganya hancur. Tapi mereka yang kuat, keluarganya tetap akan terjaga dan hidup bahagia bersama. Maka jadilah salah satu diantara mereka yang kuat tin….
Okey…. Aku ga punya banyak kata buat nasehatin kamu karena ku yakin dan percaya kamu sudah dewasa dan sudah memiliki pendangan hidup yang matang. 

1.   Gini tin, kamu jatuh cinta pada seorang pria yang telah beristri, aku pertegas yah “TELAH BERISTRI”. Apa konsekuensimu jika kamu sampai berhubungan atau mengadakan kopi darat dengannya?
(aku harap sih tidak sampai kopdar, apalagi makan siang bareng atau aku akan cemburu sekali karena setiap lelaki punya prinsip bahwa “NO FREE LUNCH” tau maksudnya kan?). Sekarang memang belum, karena kamu masih dalam batas kewajaran, tapi seiring waktu dan dengan kondisi satu kantor bukan tidak mungkin suatu saat kamu harus pergi bareng denganya karena tugas atau apapun itu. Dan disaat itulah, hatimu akan memberanikan diri untuk mencoba lebih dekat dengannya. Maka kamu akan semakin terperangkap dalam lingkaran setan itu.
Sudah tahu konsekuensinya? Huhuhu sekarang kamu hanya merasa sakit hati karena tidak bisa melupakan si dia yang begitu menawan, menarik, dan membuatmu penasaran. Tapi ini masih lebih baik, bahkan ini aku sebut sebagai awal mula kehancuranmu jika terus menjalin hubungan dengannya. Hanya permulaan tin…. Konsekuensi yang lebih logis dan lebih berat adalah, kamu hanya akan berada ditengah-tengah rumah tangga orang lain. Disini kamu akan merasa sangat bersalah karena telah menghancurkan rumahtangga orang. Karena kamu sudah mulai membayangkan “bagaimana rasanya seandainya kamu jadi istri yang suaminya selingkuh denganmu”. Ujung-ujungnya, lagi dan lagi kamu akan bertemu dengan yang namanya jenuh dan bosan, bahkan ini akan lebih melelahkan. Pada situasi ini (aku harap jangan sampe kesana) kamu akan mulai frustasi karena mulai tidak dipedulikan, kurang diperhatikan, dan kesepian akan melandamu lagi. Lelah, frustasi, tidak dipedulikan dan kesepian akan memaksamu untuk bertindak lebih berani. Yuppsss itu bisa terjadi, karena lelaki jika cita-citanya sudah terlaksana maka dia akan mengabaikannya. Yaitu, kamu akan memintanya cerai dengan istrinya dan menikahimu. Hmmmm sepertinya kamu akan mendapat gelar “PELAKOR” jika kamu tidak bisa dengan segera meninggalkannya. Dan gelar itu adalah cap terburuk bagi seorang perempuan, apalagi sekelasmu yang sangat taat beribadah. Amat sangat disayangkan jika hal ini sampai terjadi pada orang yang selama ini aku kasihi.
Mungkin cerita ini terlalu jauh tin, dan kamu juga dapat dengan mudah mengatakan “TIDAK MUNGKIN TERJADI PAK E”. Tapi ingat tin, dunia penuh dengan kemungkinan. Dan aku sebagai teman tempatmu berkeluh kesah sudah bingung harus memberimu nasehat apa selain dengan menegaskan hal-hal seperti ini. Kamu tidak mau kan mendapat gelar “PELAKOR”? maka tinggalkan dia sekarang, perlahan- lahan saja karena tidak mungkin bisa secara instan. 

2.     Aku mau bertanya lagi nih….
Jika suamimu perhatian dan peduli bahkan sampe jatuh hati pada perempuan lain selain kamu, masuk kategori suami yang baik dan setia atau suami yang tidak baik dan tidak setia? Pada pertanyaan ini, 100% perempuan menjawab bahwa “suami masuk kategori tidak baik dan tidak setia”. Okey… sekarang kita kembali ke titin dan si dia. Kamu sudah tahu bahkan paham sekali bahwa jalinan hubunganmu denganya tidak sehat, itu wajar dan aku salut karena kamu selalu sadar diri. Tapi bagaimana dengan dia? Dia sekarang sudah melirikmu, meresponmu, peduli denganmu, perhatian denganmu, dan pastinya cintamu sudah terbalas olehnya kan? Artinya, saat ini dia sudah tidak setia dengan istrinya karena dia mencoba mendapatkan cinta darimu. Lalu menurutmu, dia termasuk pria yang baik atau pria yang tidak baik untuk dicintai?
Jika kamu misalnya jadi dengannya, apakah kamu mampu menjamin bahwa dia tidak akan tergoda lagi dengan perempuan lain selain dirimu? Hmmmm sepertinya kamu menjawab bahwa dia bukan pria yang baik, tapi kamu tetap dan bersikeras ingin mendapatkannya. Tapi setidaknya, kamu jadi tau bahwa dia bukanlah pria yang baik untukmu karena ke istrinya yang sekarang saja dia tidak bisa setia. 

3.     Ini mah hanya masukan dariku saja
Daripada kamu menjalin hubungan yang tidak jelas padahal kamu sudah memiliki orang yang jelas-jelas mencintai dan menyayangimu, lebih baik kamu segera tinggalkan dia tin. “Susah pak e, susah dilupakan malah makin sayang hehehe” itu jawabnmu pastinya. Jangan berusaha melupakanya tin (aku juga sampe sekarang ga bisa ngelupain kamu kok, serius. walaupun aku tidak pernah ada dalam benakmu). Suamimu adalah pria yang memiliki kelebihan tin (meskipun aku ga tahu hihihi) dan kamu seharusnya bahagia dengannya. Tingkatkan kemampuanmu tin, tinggalkan metode lama dalam bekerja cari inovasi baru. Buktikan bahwa kamu ahli dibidang kerja yang baru meskipun kamu bertanya kesana kemari (dan mungkin aku yang mengerjakan semua kerjaan kamu) tapi itu akan membuatmu bergerak secara terus menerus. Tingkatkan kompetensimu tin, belajarlah lebih giat. Baca apa saja yang terkait dengan pekerjaanmu (tentang prosedur kek, tentang aturan pmk kek, tentang sbu kek atau yang lainnya). Buktikan bahwa kamu lebih unggul dari siapapun tin, libatkan dirimu dalam kegiatan yang positif di kantor. Lama-lama kamu akan lupa dengan sendirinya tin, atau setidaknya kamu tidak akan terlalu merasa sakit karena melihatnya. 

4.   Sekuat apapun kamu dalam menghadapi masalah, ujung-ujungnya kamu akan menangis juga. Lakukanlah, tidak salah kok. Mengeluh, boleh sesekali mengeluh. Jangan takut untuk mengeluh tin, curahkan semuanya pada teman terdekatmu atau orang yang benar-benar kamu percaya (aku misalnya). Dengan begitu, kamu akan sedikit merasa lega dengan perasaan negative yang adal dalam hatimu. Lepaskan tin, lepaskan…!!! Biarkan rasa itu ada dalam hatimu, tapi hanya sebagai pelengkap persahabatan. Bukankah aku juga melakukan hal yang sama kepadamu….??? Kamu tau kan perasaanku ke kamu?

5.     Kesepianmu
Aku tidak bisa mendefinisikan kesepian yang sering kamu ucapkan kepadaku. Apakah kesepian itu karena sendiri di rumah, karena kurang komunikasi, atau kesepian karena kurang mendapat belaian. Yang jelas aku definisikan secara umum saja, bahwa rasa sepi itu adlaah kondisi dimana suasana hati merasa kosong karena kebekuan lisan. Ga tau apa artinya itu tulisan hehehe
Mencairkan rasa kesepian itu mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja, apalagi oleh seorang titin. Saat kamu merasa bosan dengan keadaan atau bosan dalam menjalani hidup berumah tangga, bukan berarti kamu harus mengatakan ke suamimu bahwa “aku bosan dengan ini semua yah”. Bukan begitu tin….
Coba dengan kalimat yang lebih halus dan suasana yang pas, jangan lewat pesan whatsapp. Kamu pernah bilang ke aku bahwa kamu hanya berkomunikasi dengan sang suami melalui whatsapp kan? Mulai kurangi itu tin….
Kamu tau sifat suamimu dan karakter suamimu, maka jadilah pemeran utama dalam keluargamu. Kamunya yang aktif saat di rumah, jangan pasif keduanya. Itu yang akan menimbulkan rasa bosan dan membuatmu merasa kesepian. Ajak suamimu mengobrol, apa saja dan jangan direncanakan. Curahkan perasaan yang ada dalam hati kamu kepada suamimu.
Jika suamimu di rumah dan kamu di rumah kurangi penggunaan gadget, bukalah obrolan yang menarik. Kamu itu seorang sarjana tin…….sadar. Apa saja, ceritakan smuanya. Mau didengar atau enggak pokoknya ceritakan. Dengan kamu memaksa suamimu untuk mendengarkan nanti lama-lama dia akan terbiasa tin. Misalnya bagaiamana kondisi kantor, bagaimana kondisi perkumpulan ibu-ibu anggota koramil, tentang olahraga, tentang anak-anak, tentang keinginamu di rumah. Atau apapun itu ceritakan…
“ayah kalau misalnya dipojok rumah ditanam bunga ini bagus enggak?” atau misalnya “ayah kalau zainia, nanti sdnya mau di mana?” sambil kamu didekatnya, perlahan ambil gadgetnya dan simpan di meja. Aku yakin dia ga bakalan ngerebut hpnya. Kalau dia bilang siniin hp-nya, bilang aja “di rumah mah buat istri atuh yah”. Itu kan bukan hal yang sulit tin……. Atau ajak suamimu jalan2, kalau gak mau, paksa. Bilang saja secara terus terang, ayah aku pengen diantar…… Meskipun suamimu menjawab tidak mau dan menghindar, tapi dengan beberapa kali kamu mencoba dia akan tau bahwa kamu sedang butuh perhatian. Jika suamimu orang yang keras bukan berarti kamu harus diam, cari cara agar suamimu saat di rumah menyenangkan. Libatkan dirimu dalam kegiatan suamimu. Dan jangan lupa jika kamu dan suamimu sedang di rumah, kamu usahakan dandan. Percantik dirimu di depan suamimu, itu kewajibanmu dan perbanyaklah waktu uuntuk keluarga di rumah. Bukan bersolek saat bekerja demi mencari perhatian si dia. Dia hanya mengincar tubuh dan kemapanan kamu tin, percayalah karena aku tau seperti apa lelaki yang sebenarnya tin.

Aku tidak ingin melihat keluargamu hancur tin...
Meskipun aku suka dan menyayangimu, aku tidak pernah sama sekali mengharapkan kamu berpisah dengan suamimu tin. 
Demi aku tin, orang yang mendambakanmu, hentikan drama semua ini. Itu semua hanyalah ujian hidup tin. Kamu akan bisa mgnhadapinya dengan ketenangan, keseriusan, dan perlahan-lahan. 
Tatap tujuanmu lima tahun ke depan tin, bagaimana dengan mamah, zahran, zainia, kasihani mereka tin, dan diri kamu sendiri jangan tambah beban moralmu dengan memilihnya, dia bukan untukmu tin.
Aku mohon...............😭😭😭🙏🙏🙏
Aku percaya dan aku yakin, kamu bisa melewati ini semua. Kamu harus tetap semangat
Trust me, YOU CAN DO IT.....

Okey… aku minta maaf karena mungkin aku terlalu banyak ngomong. Itu semua aku lakukan, karena aku lebih menyayangimu daripada si dia yang hanya mencari kenikmatan dunia semata. Walaupun aku sadar tidak akan mendapatkan tempat dihatimu dan tidak akan pernah mendapatkan perhatian darimu. Dan aku tidak akan memaksa untuk mendapatkan itu semua, karena aku sudah sangat bahagia dengan melihatmu bahagia Bersama keluargamu. Tapi aku menjadi sedih, gelisah dan juga cemburu saat kamu mencintai pria lain selain suamimu. Karena prinsipku adalah, cinta itu tidak harus memiliki tin. Maka berbahagialah kamu dengan keluargamu………

Dariku, pendengar setiamu, dan hanya pendengarmu.....

Senin, 29 Oktober 2018

Kamu adalah ketidakmungkinan yang selalu aku semogakan

Hai....kamu terlihat cantik hari ini. Jangan lupa makan, biar tambah seksi. 
Selamat pagi cantik, jangan lupa bahagia dan berdoa diawal hari ini. 
Itu hanyalah beberapa penggalan kalimat sapaan yang sering aku sampaikan kepadanya. Padahal, dia hanyalah temanku saat menuntut ilmu di sebuah Sekolah Tinggi Negeri di Bandung. Baginya, mungkin aku hanyalah temannya. Tapi aku bisa menerjemahkan hubungan dengannya dengan berbagai definisi, bahkan definisi paling dilarang sekalipun. Aku tidak peduli apapun konsekuensinya. Sampai aku tau bahwa hubungan dengannya memang benar-benar terlarang. Tidak sepantasnya aku menyapa menggucapkan kalimat itu. 
Muncul sebuah pertanyaan besar kenapa hubunganku dengannya terlarang, bahkan menurutku sendiri. Kalo begitu aku sadar kalo itu terlarang? ya...sadar banget. 
Okey, mari kita runtut dari awal. Cerita seperti ini biasanya memiliki kesamaan permulaan. Mulanya biasa saja, sering ketemu, saling cerita, inten dalam chating, dll. Ya....memang seperti itulah awal mulanya. 
Dia menangis, tidak punya teman untuk menceritakan masalahnya, mencari orang yang cocok dan mau mendengarkan, yesssss dan akhirnya dia memilihku. Sejak itu aku membuat kesepakatan antara pikiran dan hatiku untuk menjaga bagaimana caranya aku tidak masuk ke dalam kehidupannya dan tidak terhipnotis oleh ceritanya yang kelihatannya membutuhkan solusi dan........ sedikit perhatian. Ya sedikit saja, jangan berlebihan. Karena jika perhatian yang aku berikan berlebihan, bersiaplah untuk kecewa hahahaha
Dengan kalimat memelas "Pak E, boleh curhat?" dan itu menjadi sebuah sejarah dalam ceritaku. Sedikit, pelan-pelan dan berlahan, huhuhu dia mulai bercerita tentang dirinya. Lalu aku, dan aku jadi pendengar setia. Dan selalu dipaksa untuk setia, mendengarkan kisah cerita dari gelombang radio yang sama, Titin Rosidah. 

Berawal dari cerita lahirlah sebuah cerita hahahaha...... Ya, dia mulai berani mengajakku ketemu walaupun hanya di lingkungan kampus. Dan aku, aku juga sama. Terlepas dari niatnya mendekatiku agar tugas kuliahnya selesai, aku hanya punya satu motif untuknya, peduli. Memang ga ada yang mau peduli sama dia? hahahaha banyak. Di kantornya dia punya banyak teman, di luar kantor juga, di tempat kuliah apalagi, di rumahnya sudah jelas ada suaminya yang selalu membuatku merasa cemburu hahahaha  (cemburu kok ke suaminya, ada juga suaminya yang cemburu ke aku. Geer banget sih aku). Saat itulah perang antara hati dan pikiran mulai bergejolak, karena perhatian berlebih. Tapi entahlah, seperti ada dorongan agar aku mempedulikan dia. Mungkin dorongan itu juga yang membuatkau selalu menyanggupi permintaanya, dia ingin cepat selesai kuliah dan aku, selain membantunya mengerjakan skripsi juga ingin melihat wajahnya.

Jujur, aku tidak pernah menganggapnya spesial.  Bagiku, semua temanku sama. Dan aku tidak pernah memberikan jaminan akan sebuah hubungan yang nyaman. Tapi entahlah, dia sendiri yang bilang "Aku nyaman sama Pak E". Eitsss motif yang aku miliki hanya satu, peduli kepada skripsinya. Ke orangnya enggak? entahlah, mungkin lebih dari sekedar peduli hahaha tapi ga akan ada yang peduli dengan perasaanku wkwkwkwk
Hubunganku dengan istriku yang terbuka semakin memberi peluang untuk selalu bisa menemuinya, kapanpun dia membutuhkan. Dan begitupun dengan dia, suaminya tidak pernah melarangnya pergi keluar hanya untuk bertemu denganku dengan alasan, tugas kuliah atau skripsi. Memang hanya di kampus dan hanya sekedar mengerjakan skripsi nya. (Seriussss hanya itu saja, suer). Menatap matanya saja aku ga berani, takut kayak thomas di film tom and jerry, liat kucing betina bola mata thomas berubah jadi love hhahahahahaha. Pengen ngajak makan di luar sih, tapi selalu dan selalu aku redam begitu juga saat dia yang ngajak. Dan itu adalah perjuangan bagi seorang laki-laki. Alasanku hanya satu, karena aku tidak mau menanam duri di keluarganya dan juga keluargaku. Jika diikuti, aku akan sangat merasa bahagia tentunya, tapi akhirnya keluargaku dan keluarganya yang akan menjadi korban. Dan aku tidak mau itu terjadi, aku ingin melihatnya bahagia dengan keluarga kecilnya begitupun aku dengan keluargaku. (Pikir panjang browwwww...... dan aku berhasil, alhamdulillah)
Seandainya aku punya niat selain peduli, aku rasa dia juga tidak keberatan untuk sekedar jalan di kafe atau ya.....semacamnya, walaupun awalnya dia pasti tidak mau. (Kenapa yakin kalo dia mau? hahahaha lelaki punya seribu satu cara buat naklukin gebetannya browwwww). Tapi semua, kembali ke diri kita masing-masing dan alhamdulillah aku berhasil meredam naluri lelaki yang ada di otakku. Apalagi niatnya sudah baik "aku ga mau bayar pake tubuhku", setidaknya niatnya positif dan aku sangat menghargai niat dan keputusannya. Dan itu semakin memacuku untuk berusaha. (Berusaha apa? entahlah, aku sendiri juga tidak bisa mendeskripsikan kata berusaha itu). Seperti berjalan tanpa tujuan, melamun tanpa lamunan, marah tanpa sebab, jengkel dan kesal tanpa alasan. Mungkin seperti itulah definisi berusaha yang aku lakukan. Jadi jangan pernah tanyakan, kamu berusaha untuk apa? karena ku ga bakalan bisa ngejawab. (Punya hubungan lama, intim, dekat, bahkan kayak udah ga ada batas, tapi natap matanya aja ga berani. Dan sekarang aku tidak punya lagi kesemptan itu. Emang ga kecewa? hahaha kecewa sih ada, nyesel bahkan. tapi sengaja aku hadirkan kecewa itu sebagai pengingatku).

Dia tau aku suka kesel tanpa sebab karena tingkah laku dan polahnya. Tapi ya, manusiawi. Dia juga sampe bilang "Pak e, meni sabar ih". Iya, mau bagaimana lagi. Ini sudah menjadi konsekuensi dari motif peduli. Kalo tidak melibatkan emosi, ya....namanya bukan peduli. Banyak peneliti yang mengatakan bahwa hubungan pertemanan yang sangat dekat, cenderung lebih cepat bubar dan putus. Itu karena, antara keduanya memiliki ikatan emosional yang sangat intim. Hahahaha kadang juga aku merasakan itu, saat aku ngeyel aku tampak seperti anak kecil yang merengek. Tapi dia sudah dewasa, lebih dewasa dari aku. Dan dia bisa mengerti apa alasannya ngeyel, yang akhirnya dia ngalah. Coba kurang baik gimana dia? Seringkali terjadi perdebatan kecil antara aku dan dia. Kalo bukan masalah bayar kopi, ya bayar tagihan kuliah. Tapi itu dulu, semua sudah berlalu dan tidak akan terulang.
Jujur aku memang bukan orang yang selalu mampu dan selalu bisa memenuhi apa yang aku inginkan karena memang kondisiku terbatas. Seperti bayar wisuda, aku memang sama sekali tidak punya biaya. Tapi buatku, tidak alasan agar aku bisa wisuda gratisan. Sekalipun untuk mengganti jasaku membuat skripsi, karena aku tidak jualan jasa pembuatan skripsi hahahaha. Kamu paksa aku, alasanku akan semakin menumpuk. Dan apapun alasanku, aku hanya ingin wisuda dengan biaya dari hasil usahaku. Selain itu juga aku tau, bagaimana kamu memperlakukan uangmu
Sekarang, semuanya sudah selesai. Hanya tinggal menunggu waktu, untuk say goodbye. Dan semuanya akan berakhir. Tidak ada lagi alasan untuk kita saling bertemu. Tidak ada lagi alasan untuk aku menatap paras ayu wajahmu. Tidak ada lagi kesempatan untuk melihat lipstik yang menempel di gigimu, dan aku bilang "kok gigimu berwarna merah, bersihin dulu gih". Tidak ada lagi kesempatan untuk mengatakan bahwa kamu "seksi dimataku" karena entah kapan kita akan bertemu lagi. Seandainya masih ada kesempatan, entah kapan lagi. (Kecuali aku mengajaknya kencan. weissss kencan, kenapa bukan ngerjain skripsi? kan udah lulus). Tapi sepertinya jauh dari harapan. Sedih iya, bahagia iya, kecewa ada, semuanya bercampur di acara wisuda. 
Tapi tenanglah, kamu selalu ada disini. Aku simpan dan aku jaga sebaik mungkin, meskipun aku tau jika "kamu adalah  ketidakmungkinan yang selalu aku semogakan". Tapi biarlah, ijinkan aku memberimu sebuah tempat disana, di hatiku. Aku tidak akan menitipkan rasa ini lewat Pa Hadna, aku akan menyimpannya. Aku tidak peduli kamu merasakan hal yang sama atau tidak, karena aku sedang bercerita tentang apa yang aku rasakan kepadamu.

Ini ceritaku tentangmu, orang yang baik hati, supel, perhatian, peduli, berprinsip, dan berkarakter, nyebelin juga sih...... Tapi setidaknya kamu pantas diidamkan oleh para teman lelakimu, bukan karena parasmu yang cantik, tubuhmu yang menggairahkan, dan sikapmu yang lemah lembut (tapi sok ngagaplok), tapi karena kepribadian yang kamu miliki.
Dan ceritanya seperti cerita anak kuliahan  (emang kuliahan) ringan diawal berat diakhir. Diawal, semuanya terasa mudah dan ringan. Saling berbagi, sharing, cerita, dan banyak lagi. Tapi diakhir, ceritanya berubah seperti mahasiswa yang akan menghadapi ujian sidang, rumit. Mau sidang galau, mau revisi galau, bayar wisuda memanas tapi dingin lagi hihihihi itulah saat ego saling bertahan dan tidak mau mengalah. Tapi setidaknya, aku tahu niat baiknya untuk membantuku. Dan dugaanku, dia pasti menganggap aku orang yang sulit, susah, hararese, meureukedeweung, dll mau dibantu aja banyak alasan.

Alasanmu hanya ingin membantuku, meringankanku, (tapi entahlah, aku tidak tau apa alasanmu yang sebenarnya. semoga saja hanya itu), dan alasanku hanya karena takut. Takut semuanya akan cepat berakhir dan akhirnya aku kehilanganmu. Sadar memang, seharusnya aku tidak punya alasan itu karena itu terlarang diantara kita. Tapi kenyataannya, rasa itu memang ada untukmu. Aku hanya berfikir dan berharap bahwa kamu tidak merasakan hal yang sama karena menurutku kamu tidak punya alasan untuk memiliki rasa itu. Kamu sudah benar-benar bahagia dengan keluarga kecilmu, dan aku juga bahagia melihatnya. Tapi jika memang kamu juga merasakan apa yang aku rasakan, aku tidak akan menuntut agar ini terjadi. Aku ingin menjadikan apa yang aku rasakan sebagai pelengkap dalam hubungan pertemanan kita, agar tidak ada rasa canggung antara aku dan kamu. Itupun kalo hubungan pertemanan kita tidak berakhir di wisudaan.

Jika kamu menganggap ini berlebihan, ini memang berlebihan. Tapi aku merasa bahwa sebenarnya kamu sudah tahu apa yang aku rasakan. Karena sulit bagi seorang lelaki sepertiku untuk bilang tidak, sementara seperempat dari waktuku aku luangkan buatmu........

Menyempurnakan cinta

Dengan semua penderitaannya, adakah sesuatu yang lebih menyedihkan dari cinta? Dengan semua sukacitanya, adakah sesuatu yang lebih sempu...