About me

Foto Saya
Eko Sejati
Teman sejati mengerti ketika kamu berkata "aku lupa". Menunggu selamanya ketika kamu berkata "tunggu sebentar" Tetap tinggal ketika kamu berkata "tinggalkan aku sendiri"
Lihat profil lengkapku

Senin, 26 Oktober 2009

Setiap kalimat, setiap kata bahkan mungkin setipa perbuatan yang aku lakukan bisa membuat seseorang menjadi gembira dan bisa membuat seseorang menjadi menangis tersedu.

Setiap waktu aku selalu berusaha untuk menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Tapi mungkin belum cukup untuk usahaku untuk membuat aku lebih baik dari yang sebelumnya. Dan aku akan selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik.......itu janjiku

Saat semua orang terlelap di tengah dinginnya malam terkadang aku berfikir "kenapa aku harus seperti ini dan tidak bisa berubah, apakah harus ada orang lain untuk membantuku?". Kekosongan hati dan kegalauan jiwa sering kali membayangi malam- malamku dimana orang lain sedang menikmati ibadahnya denga tidur pulas. Apakah aku seorang yang mengalami insomnia sehinagga tiada pernah bisa memejamkan mataku hanya untuk merenungi sesuatu yang tidak penting????

Selasa, 25 Agustus 2009

PX2 Buka Bareng's.....

Tiada terasa bulan romadhon telah tiba menghampiri kita semua, mengajak kita menahan rasa dahaga dan rasa lapar seperti apa yang sering dirasakan oleh saudara- saudara kita yang entah di mana dan tiada pernah tahu bagaimana rasanya kelaparan. Dalam sebulan ini marilah kita sama- sama bersimpati kepada saudara kita yang masih kekurangan dan kelaparan dengan ikut merasakan lapar dan dahaga, yah...setidaknya karena penulis belum bisa memberikan sesuatu yg berarti bagi mereka semua.


Menyinggung tentang bulan penuh berkah dan ampunan, Bulan Suci Ramadhan 1930H, bagaimana kalau seandainya kita semua mengadakan sebuah pertemuan atau semacam yah.. nongkrong bareng di pinggri jalan untuk menunggu buka tapi bebarengan alias bersama- sama. Mungkin tidak cocok jika disebut buka bersama, karena ini bukan acara resmi. Tapi walau tidak seenak dengan minuman dan makanan yang ada diresto/cafe yang biasa dipake pembuka dalam buka puasa, tapi tetap sama atau bahkan lebih banyak takaran kandungan kenikmatannya dalam setiap gelas, jika 1 gelas bisa diregot ku 4an berarti kandungan zat silaturahminya lebih besar di gelas yang di pinggir jalan di banding yang di resto/cafe.

Kenapa bisa demikian, karena yang ada diresto yang buka sambil pacaran jadi cuman berduaan. Tapi kalo yang dipinggir jalan, yang buka orangnya pada kelaperan ha...ha..


Usul poenya usul, Ide ada ide.......langsung poskan komentar sampean...
cp :
1. Bpk Hadi Sumarna
2. Bpk Denih Thok

Senin, 17 Agustus 2009

Badminton yuk.....


Berbagai macam perubahan yang ada membuat semua menjadi berbeda dan berjauhan. Perpindahan tempat bekerja seharusnya tidak berpengaruh terhadap kehidupan kita di luar tempat kerja. Bekerja saling berjauhan yang tadinya saling berdekatan jangan sampai menjadi alasan terputusnya sebuah komunikasi sosial karena jarang bertemu satu dengan yang lainnya.

So....come on friend's we put up with sport method's to maek we one......
Badminton/Bulutangkis adalah satu-satunya sarana yang bisa mendekatkan kembali kita semua. Karena dalam sebuah olahraga pasti ada unsur sosial yang bisa membuat kita semua sportif. Dan karena sifat sportif itu sangat penting adanya dalam sebuah hubungan, maka mari kita lanjutkan apa yang dahulu pernah kita perjuangkan.
Mari kita lanjutkan bersama, Persatuan Bulutangkis Paguyuban Ex Pegawai Exstensi FISIP Unpad, untuk memupuk tali silaturahmi.
Karena kegiatan ini berjalan di atas kebersamaan, dan melangkah bersama kesadaran diri kita, dan kita semua butuh itu untuk menciptakan sebuah persaudaraan yang erat dan tidak mudah terpecah belah....

Thank's
Si Eko

Senin, 10 Agustus 2009

Kumaha urang...?????

Wuiih...bener kata orang, yang namanya masalah adalah komitmen bagi setiap manusia ciptaan-Nya. Pergi satu datang seribu he...he...he...he...he...
Tapi jangan pernah sekalipun kamu merasa menyerah untuk menghadapai masalah itu, karena hidup tanpa masalah menurutku terlalu enjoy.....(pingin sich) tapi susah.

Hadapilah masalah dan problema kehidupan kamu dengan penuh rasa sabar dan nikmati. Mungkin akan lebih rilex dan tentram. Tapi mungkin akan terasa sulit dan semakin menambah beban hidup jika kamu mempunyai ambisi untuk menyelesaikan masalah itu.
Niati dengan ikhlas, dan selesaikan masalah dengan santai, bukan dengan emosi. Kamu pasti akan merasa lebih tnang dan damai...

Ha...ha...
karena gue sekarang lagi punya banyak masalah, dan gue juga harus bersikap seperti apa yang gue tulis. Tenang dan santai ko....hadapilah masalahmu dengan penuh nikmat...

Senin, 29 Juni 2009

Hidupku......

Hari demi hari berlalu sudah. Waktu demi waktu lewat begitu saja. Usia semakin tua, dan umurpun semakin berkurang. Tapi apa yang sudah aku lakukan untuk itu semua??? kebanyakan orang yang semakin tua semakin lekat menghadap ke Illahirobbi.....

Tapi tidak denganku. Kekotoran dalam hidupku masih belum bisa aku hilangkan dan bahkan semakin bertambah dan menggunung. ada rasa keinginan untuk melakukan itu semua, tapi kenapa langkah terasa berat untuk melaksanakannya. Apakah ini suatu karma yang harus aku hadapi dalam hidup ini. Tapi hati berkata lain, karena hidup adalah bagaimana kita menjalanninya. Yang Esa selalu memberi yang terbaik bagi hamba-Nya. Meskipun ia berlumur dosa dan berlimangkan kemunafikan. Asalkan ada niat, Ia senantiasa mengampuninya.

Setiap orang saya yakin bisa mengatakan apa yang sudah saya katakan di atas. Tapi kenapa setiap orang itu begitu sulit untuk merubah dirinya sendiri???? Niat yang sudah dilafazkan seakan hanya candaan yang tiada pernah disikapi dengan keseriusan. Hanya kata "nanti" dan "sebentar" menjadi penghalang dan begitu sulit untuk dilewati. Setiap kali teman kita atau bahkan orang yang paling dekat dengan kita mnyuruh kita berbuat kebaikan, seakan tiada jawaban selain "yah nanti" atau "sebentar lagi".
Mas..sholat dulu udah subuh!!! "yah nanti neng sebentar lagi". Berapa menit kita memejamkan mata kita kembali setelah waktu subuh??? 30menit, 60 menit atau bahkan lebih. Sedangkan sang mentari pagi tidak akan menanti kita untuk menunjukkan dirinya dan menutup waktu subuh.

Mungkin bagi orang yang beriman, dengan membaca tulisan ini mereka akan tertawa. Tapi yang menulis, hal seperti ini adalah masalah besar dalam kehidupannya. Mungkin karena yang dimiliki oleh penulis hanya niatnya saja dan belum memiliki kemauan. Tapi sampai kapan penulis harus mencari yang namanya kemauan. Apakah karena kemauan itu masih dikuasai oleh syetan???? apakah mata dan kaki ini dihinggapi oleh syetan, sehingga begitu sulit untuk dibuka dan dilangkahkan???? APakah hati ini yang masih gelap dan tertutup oleh alunan bisikan syetan????
Tell me....!!!!! How i can do it......